Beranda » TEKNOLOGI » MODEL OSI DAN DOD

MODEL OSI DAN DOD

MODEL OSI DAN DOD

Referensi Model OSI (Open System Interconnections).

Berikut ini diperlihatkan lapisan model OSI beserta fungsi dan protokolnya yang melayani masing-masing lapisan tersebut.
                          Tabel 1. Lapisan-Lapisan Referensi Model OSI
Lapisan
Nama
Fungsi
Pelayanan/Protokol
7
Application
Menyediakan pelayanan yang langsung mendukung aplikasi pemakai
File transfer, email dan akses ke database
6
Presentation
Menerjemahkan, kompresi dan enkripsi data
ASCII, EBCDIC, MIDI,
MPEG, TIFF, JPEG, PICT,
Quick Time
5
Session
Mengkoordinasi komunikasi antara sistem
SQL, NETBEUI, RPC,
XWINDOWS
4
Transport
Memungkinkan paket data dikirim tanpa kesalahan dan tanpa duplikat.
TCP, UDP, SPX
3
Network
Menentukan jalur pengiriman dan meneruskan paket ke alamat peralatan lain yang berjauhan
IP, IPX, ARP, RARP, ICMP,
RIP, OSFT, BGP
2
Data Link
Mengatur data biner (0 dan 1) menjadi logikal group
SLIP, PPP, MTU
1
Physical
Transmisi data biner melalui jalur komunikasi
10BaseT, 100BaseTX, HSSI,
V.35, X.21
Proses pengelolahan data dari satu lapisan ke lapisan lain yang disebut dengan data encapsulation. Data encapsulation adalah proses penambahan informasi depan (header information) ke suatu data di suatu lapisan.
Tabel 2. Proses Encapsulation
Lapisan
Proses Encapsulation
Application, Presentation, Session
Informasi diubah menjadi data
Transport
Data diubah menjadi segmen atau data stream
Network
Segmen diubah menjadi paket atau datagram
Data-link
Paket diubah menjadi frame
Physical
Frame diubah menjadi bit

Referensi Model DOD (Department of Defence America)

Referensi model DOD dikeluarkan oleh Department of Defence America, TCP/IP adalah jenis protokol yang pertama yang digunakan dalam hubungan Internet. Referensi model DOD hanya terdiri dari empat lapisan yang dapat dibandingkan dengan model OSI, dimana ada kesamaan dan perbedaan dalam fungsi-fungsinya.
Tabel 3. Lapisan-Lapisan Model DOD
Model DOD
Model OSI
Protokol
Process/Application
Application Presentation
Session
Telnet, FTP, SMTP, Kerberos, DNS,
TFTP, SNMP, NFS, X Windows
Host to Host
Transport
UDP, TCP
Internet
Network
IP, ARP, RARP, ICMP, BootP
Network Access
Data Link Physical
Ethernet, Token Ring, FDDI
I. Lapisan Model OSI
Dalam menjelaskan lapisan-lapisan model OSI ini, penjelasan akan dimulai dari lapisan tertinggi (lapisan ke-7) ke lapisan yang lebih rendah. Hal ini disebabkan karena dalam praktek secara umum, pembahasan biasanya dimulai dari aplikasi-aplikasi pemakai, baru kemudian ke pembahasan topik-topik lainnya.
A.    Lapisan Application
B.     Lapisan Presentation  Lapisan Atas ( Upper Layer)
C.     Lapisan Session
D.    Lapisan Transport
E.     Lapisan Network   Lapisan Bawah (Lower Layer)
F.      Lapisan Data Link
G.    Lapisan Physical
A.    Lapisan Application
Lapisan ini merupakan lapisan ke-7 model OSI, bertugas memberikan sarana pelayanan pada jaringan komputer untuk aplikasi-aplikasi pemakai dan mengadakan komunikasi dari program ke program. Jika akan mencari suatu file dari file server untuk digunakan sebagai aplikasi pengolahan kata, mengirim email, browser ke internet dan bulletin board dan membuka Telnet session atau menjalankan FTP, maka proses ini bekerja melalui lapisan aplikasi ini.
B.     Lapisan Presentation
Lapisan ini merupakan lapisan ke-6 model OSI, bertanggung jawab untuk presentasi grafik dan visual image. Lapisan ini memberikan sarana-sarana pelayanan untuk konversi, format dan enkripsi data-data. Lapisan presentasi bekerja dengan file format sebagai berikut: ASCII, EBCDIC, JPEG, MPEG, TIFF, PICT, MIDI dan Quick Time.
C.    Lapisan Session
Lapisan ini membuka, mengatur dan menutup suatu lapisan antara aplikasi-aplikasi.
Protokol yang berfungsi pada lapisan ini antara lain adalah NFS, NETBEUI, RPC, SQL, X
Windows system, Apple Talk Session Protocol (ASP) dan Digital Network Architecture Session Control Program (DNASCP).
D.    Lapisan Transport
Lapisan transport bertanggung jawab atas keutuhan dari transmisi data. Lapisan ini sangat penting karena bertugas memisahkan lapisan tingkat atas dengan lapisan bawah.
Pada lapisan ini data diubah menjadi segmen atau data stream.
E.     Lapisan Network
Lapisan jaringan ini berfungsi meneruskan paket-paket dari satu node ke node lain dalam jaringan komputer. Lapisan ini juga berguna untuk pengaturan pemberian alamat untuk peralatan jaringan dan memilih jalur yang terbaik dalam meneruskan paket di jaringan. Pada lapisan ini segmen-segmen diubah menjadi paket-paket dengan menambah informasi mengenai alamat logika atau IP address yang dituju dan alamat asal dari paket.
Router bekerja pada lapisan ini.
F.     Lapisan Data Link
Lapisan ini mengatur topologi jaringan, error notification dan flow control. Switch dan bridge bekerja di lapisan data link. Lapisan ini mengolah paket dari lapisan diatasnya menjadi frame, dengan menambahkan informasi mengenai alamat perangkat keras atau MAC Address yang dituju serta alamat asal.
G.    Lapisan Physical
Lapisan ini bertanggung jawab untuk mengaktifkan dan mengatur fisik interface jaringan komputer. Pada lapisan ini hubungan antara interface dari perangkat keras diatur seperti hubungan antara DTE dan CDE. Interface yang didefenisikan pada lapisan ini antara lain 10BaseT, 100BaseTX, V.35, X.21 dan High Speed Serial Interface (HSSI).
II. Lapisan Model DOD
Model DOD hanya mempunyai empat lapisan yang merupakan gabungan dari lapisan-lapisan model OSI dalam menjelaskan hubungan antara kedua model tersebut.
A.    Lapisan Process/Aplication
B.     Lapisan Host to Host
C.     Lapisan Internet
D.    Lapisan Network Access
A. Lapisan Process/Application
Gabungan lapisan aplikasi, presentasi dan session disebut lapisan atas yang oleh model DOD disebut lapisan process/application. Protokol-protokol yang berfungsi di lapisan atas atau lapisan process/application model DOD ini antara lain adalah:
1.      Telnet (Telecommunication Network)
Telnet berguna bagi seorang pemakai komputer untuk mengakses ke komputer lain dari jauh (remote). Telnet menggunakan port 23 untuk berhubungan dengan lapisan transport. Protokol Telnet membuat kedua komputer yang berhubungan berfungsi sebagai terminal virtual.
2.      FTP (File Transfer Protocol)
FTP berfungsi untuk memindahkan file dari komputer satu ke komputer lain lewat jaringan. FTP menggunakan port 21 dan bekerja dengan protokol TCP yang menggunakan hubungan connection oriented. Berbeda dengan Telnet, FTP tidak dapat menjalankan suatu program dari remote komputer. Akses dari FTP terbatas untuk fungsi-fungsi pengaturan file dari komputer satu ke komputer yang lain, serta membuat direktori untuk file-file tersebut.
3.      SMTP (Simple Mail Transfer Protocol)
SMTP berfungsi untuk mengatur pengiriman elektronik mail. SMTP menggunakan port 25, cara kerja SMTP sangat mirip dengan cara kerja FTP, serta juga menggunakan protokol TCP.
4.      TFTP (Trivial File Transfer Protocol)
TFTP adalah FTP yang disederhanakan dan menggunakan port 69. TFTP bekerja dengan menggunakan protokol UDP yang menggunakan hubungan Connectionless oriented yang tidak mengontrol hasil perpindahan file.
5.      Kerberos
Kerberos adalah protokol untuk keamanan (security) yang menggunakan suatu peralatan yang disebut authentication server. Protokol ini berfungsi untuk memeriksa password dan enkripsi yang digunakan. Kerberos banyak digunakan pada sistem operasi Unix.
6.      DNS (Domain Name System)
DNS adalah suatu sistem yang memungkinkan translasi suatu nama dari suatu host dalam jaringan komputer atau Internet menjadi alamat IP. Dengan menggunakan DNS, maka suatu host dapat diberi nama yang mudah diingat dibandingkan dengan mengingat nomor-nomor alamat IP. DNS menggunakan arkitektur hierarki dalam pemberian namanya.
7.      SNMP (Simple Network Management Protocol)
Simple Network Management Protocol (SNMP) memberikan suatu cara untuk mengawasi dan mengatur peralatan-peralatan dalam jaringan komputer.
8.      RPC (Remote Procedure Call)
Remote Procedure Call (RPC) berguna untuk membuat fungsi remote transparent
seperti berada di lokal.
9.      X Windows
X Windows adalah protokol yang memberikan sarana multitasking untuk sistem operasi Unix.
B. Lapisan Host-To-Host
Lapisan DOD yang setingkat dengan lapisan transport adalah lapisan host-to-host.
Protokol yang berfungsi di lapisan transport atau host-to-host ini adalah:
1.      TCP (Transmission Control Protocol)
TCP berfungsi untuk mengubah suatu blok data yang besar menjadi segmen-segmen yang diberi nomor dan disusun secara berurutan, agar si penerima dapat menyusun kembali segmen-segmen tersebut seperti waktu pengiriman.
2.      UDP (User Datagram Protocol)
UDP adalah jenis protokol connectionless oriented. UDP bergantung pada lapisan atas untuk mengontrol keutuhan data. Oleh karena penggunaan bandwidth efektif, UDP banyak digunakan untuk aplikasi-aplikasi yang tidak peka terhadap gangguan jaringan seperti SNMP dan TFTP.
C. Lapisan Internet
Lapisan model DOD yang setaraf dengan lapisan network disebut lapisan internet.
Protokol-protokol yang berfungsi pada lapisan ini antara lain:
1.      IP (Internet Protocol)
IP adalah protokol yang memberikan alamat atau identitas logika untuk peralatan di jaringan. IP menggunakan notasi angka berjumlah 32 bit yang dibagi menjadi empat kelompok dalam memberikan alamat tersebut. Alamat IP disebut alamat logika karena dibuat oleh perangkat lunak, di mana alamat tersebut secara dinamis dapat berubah jika peralatan ditempatkan di jaringan yang lain.
2.      ARP (Address Resolution Protocol)
ARP adalah protokol yang mengadakan translasi dari alamat IP yang diketahui menjadi MAC address. Kegunaan ARP adalah Membuat alamat logika seperti alamat IP tak bergantung pada peralatan. Dan penggantian suatu kartu jaringan hanya mengubah MAC address dan tidak mengubah alamat IP.
3.      RARP (Reverse Address Resolution Protocol)
RARP adalah protokol yang berguna untuk mengadakan translasi dari MAC address yang diketahui menjadi alamat IP. Router menggunakan protokol RARP ini untuk mendapatkan MAC address dari suatu alamat IP yang diketahui.
4.      BOOTP (BootStrap Protocol)
BOOTP adalah protokol yang digunakan untuk proses boot dari diskless workstation. Dengan protokol bootstrap ini, suatu alamat IP dapat diberikan ke suatu peralatan di jaringan.
5.      DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol)
Kelanjutan dari protokol bootstrap yaitu DHCP yang dapat memberikan alamat IP secara otomatis ke suatu workstation yang menggunakan protokol TCP/IP. DHCP bekerja dengan relasi client server, dimana DHCP server menyediakan suatu kelompok alamat IP yang dapat diberikan pada suatu DHCP client.
6.      ICMP (Internet Control Message Protocol)
ICMP adalah protokol yang berguna untuk melaporkan jika terjadi suatu masalah dalam pengiriman data. Memberitahukan jika ada paket yang tidak sampai ke tujuan.
Memberitahukan pengiriman jika memori buffer di router penuh. Memberitahukan pengirim bahwa paket telah melewati jumlah batas maksimum dan akan diabaikan.
D. Lapisan Network Access
Gabungan lapisan sambungan data dan lapisan fisik model OSI disebut lapisan bawah yang oleh referensi model DOD disebut lapisan network access.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s